Monday, February 25, 2013

IBU, JAGALAH MAKANAN KELUARGAMU....



Perkembangan industri makanan, di saat dunia dipimpin oleh sistem kapitalis, semakin memprihatinkan. Para pengusaha makanan tidak mementingkan lagi masalah keselamatan  bagi kesihatan konsumer, apalagi masalah ke halalan. Banyak beredar di dalam  masyarakat makanan yang sangat berbahaya bagi kesihatan, bahkan makanan yang syubhat (diragukan) status halalnya. Para pengusaha kapitalis hanya mengejar keuntungan semata-mata.

Para ibu atau suri rumah tangga bertanggung jawab dalam menyediakan makanan sehari-hari yang sesuai dengan syariat Islam. Padahal, makanan yang halal dan selamat  untuk kesihatan sudah menjadi barang yang amat perlu. Dengan demikian tugas ibu hari ini menjadi amatlah berat.


Bagaimana Panduan Islam dalam Masalah Makanan?

Waspadai Kemusyrikan dari Makanan


Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk masalah makanan. Makanan dalam kehidupan manusia dapat mempengaruhi pertumbuhan fizikal dan kecerdasan akal, membentuk sifat dan mendorong perilaku tertentu, keadaan jasmani dan rohani anak-anak yang akan dilahirkan, diterima atau ditolaknya amal ibadah dan do’a, keadaan kehidupan di akhirat. Allah Swt berfirman, "Maka seharusnya manusia memperhatikan makanannya" (QS. Abasa: 24).

Dari segi fizikal, kesalahan dalam makanan dapat mengganggu kerja tubuh, hingga dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan penyakit (jantung, paru-paru, darah tinggi, diabetes, penyakit perut dan usus, obesitas, depresi, tumor, kanser, dan sebagainya). Hal itu boleh  terjadi kerana terlalu banyak makanan, garam, gula, lemak, kolesterol, bahan makanan tambahan, alkohol, merokok, dan sebagainya.

Berkaitan dengan iman dan ibadah, kita harus melakukan hal yang berkaitan dengan makanan sesuai dengan petunjuk Allah. Jika kita dengan sengaja menyimpang dari aturan Allah Swt bererti kita telah berbuat kemaksiatan yang boleh mmbawa kepada kemusyrikan. Allah Swt berfirman, “Jangan kamu makan daging yang disembelih bukan dengan nama Allah. Sebab itu adalah suatu dosa. Sesungguhnya syaitan itu mengilhami pengikut-pengikutnya untuk menentang kamu. Kalau kamu turuti mereka, niscaya kamu akan menjadi musyrik pula” (QS. Al An’am: 121).


Makanan Sihat



Pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Rumus makanan sihat sesuai dengan firman Allah:
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi thoyyiban (baik) dari apa-apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan......(QS Al Baqarah: 168).

Halal yakni diketahui jelas riwayat makanannya (dari mana sumbernya dan bagaimana proses pengolahannya), serta memenuhi standard halal sesuai Al-Qur'an maupun Hadits. Thoyiban yakni kualiti kandungan gizi/nutrisi dalam makanan yang sesuai dengan keperluan  tubuh.

Allah SWT berfirman,"....,makan minumlah dan jangan berlebih-lebihan (melampaui batas yang diperlukan tubuh dan batas-batas yang dihalalkan)". Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"(QS. Al Araaf (7) : 31)

Rasulullah Saw bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Rasulullah bersabda, “Cukuplah bagi manusia untuk mengonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang sulbinya (rusuknya).”


Hindari Makanan Haram

Bangkai, kecuali bangkai ikan dan belalang, bangkai haiwan yang tidak mempunyai darah mengalir (lebah, dsb), dan tulang dari bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku, dan kulit kerana asalnya adalah suci.

Darah, daging babi, daging haiwan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah (QS Al Baqarah: 173). Haiwan yang disembelih untuk berhala, minuman yang memabukkan, binatang jalalah (hewan yang memakan kotoran/najis), haiwan buas (bertaring dan bercakar) (HR Muslim dan Abu Dawud).
Haiwan yang disyari’atkan untuk dibunuh (burung gagak, rajawali, tikus, tokek, ular, kalajengking, dan anjing buas) (HR. Bukhari-Muslim).
Haiwan yang tidak boleh dibunuh dan dimakan (semut, burung hud-hud, dan burung shurad) (HR. Nasa’i dan Ahmad).

Semua haiwan yang kotor, najis, dan menjijikkan. Haiwan yang hidup di dua alam.

Tips  Makan Sihat ala Rasulullah


Rasulullah bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan” (HR Bukhari Musim).

Setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat pernah mengunjungi Aisyah ra. Sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat yang sudah menjadi kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah r.ha menangis mendengar hal itu.
“Apa yang membuatmu menangis, wahai Bunda?” tanya para sahabat. Aisyah: “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berbagai jenis makanan dalam perut menimbulkan bermacam-macam penyakit.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar. Makan dengan sikap duduk tegak dan tidak menyandar, membuat makanan turun dengan sempurna, sehingga perut terjaga.

Sebulan dalam setahun, umat Islam diwajibkan berpuasa. Bahkan dianjurkan berpuasa sunat  seminggu dua hari, atau sebulan tiga hari. Hal ini memberikan kesempatan kepada organ-organ pencernaan agar dapat  beristirehat.

Tata cara makan sesuai syari’at Islam: mencuci tangan sebelum makan, membaca basmalah ketika memulai makan, mengambil makanan yang paling dekat dengan tangannya, makan dengan tangan kanan dan menggunakan tiga jari (jari tangan kita yang sudah dibersihkan mengandung bakteri non patogen yang membantu proses pencernaan), mengunyah makanan dengan perlahan, dalam keadaan duduk (jika berdiri dapat melukai saluran cerna), tidak meniup makanan yang masih panas, minum dengan tiga kali nafas, mengakhiri makan dengan mengucap Hamdalah.

Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan.
Beliau tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu.
Beliau tidak terus  tidur setelah makan malam, kerana tidak baik bagi jantung.
Beliau tidak terlalu banyak makan daging kerana berakibat buruk pada persendian dan ginjal.
Pesan Umar r.a, “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi haiwan-haiwan ternak!”

Menu harian Rasulullah:
Setelah Subuh, Rasulullah minum segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Madu berfungsi membersihkan perut (pencernaan), mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan, serta menyembuhkan luka /ulser.

Masuk waktu Dhuha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir kurma akan terlindungi dari racun.
Seorang wanita Yahudi pernah menaruh racun dalam makanan Rasulullah (percubaan pembunuhan di perang Khaibar). Racun yang tertelan oleh nabi kemudian dapat  dineutral oleh kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal.

Menjelang petang  hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok (seperti roti). Manfaatnya, mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menurunkan kolesterol, memperlancar pencernaan, mencegah kanser dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran (biasanya selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut), yang memiliki kandungan zat dan fungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
Makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin dikonsumsi, misalnya tsarid (campuran roti dan daging dengan kuah air masak seperti bubur ayam), buah yaqthin (labu manis) yang dapat  mencegah penyakit gula, makan anggur dan hilbah.

Wahai ibu, berbelanjalah dengan cerdas agar keluarga kita terhindar dari makanan haram dan kemusyrikan. Berilah teladan dan pembiasaan tata cara makan ala nabi, agar anak-anak kita menjadi generasi yang sihat dan kuat. Keluarga kita mampu beribadah secara optimal dan berjuang secara maksimal membentuk generasi hebat yang siap memimpin dunia.

Ummu Hafizh

sumber: suaraIslamonline

No comments:

Post a Comment