
Oleh: Abdulrahman Al-Rashed
Ucapan koreksi dari ulama besar Sunni, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi merupakan sebuah perkembangan penting. Minggu lalu, Syeikh Al-Qaradhawi berdiri dan berkata, “Selama bertahun-tahun saya menyerukan agar doktrin-doktrin Islam dapat bersatu. Saya pergi ke Iran se masa pemerintahan mantan Presiden Iran, Mohammad Khatami. Namun mereka ternyata menipu saya dan banyak orang lainnya seperti saya. Mereka selalu mengatakan bahwa mereka juga ingin menyatukan doktrin-doktrin yang berbeda.”
Syeikh Al-Qaradhawi mengakui kesalahannya dengan mengatakan, “Saya dulu membela Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) dan partinya, parti tirani di depan para ulama Arab Saudi. Tampaknya para ulama Arab Saudi ini lebih dewasa dibandingkan saya.”

Memarahi anak dengan berlebihan
apalagi dengan kekerasan fizikal bukanlah solusi untuk mendisiplinkan
anak. Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, begitu pula dengan
anak. Apalagi jika kesalahannya dilakukan tanpa sengaja. Sesungguhnya
kekerasan yang kita lakukan dapat memicu anak untuk melakukan kekerasan
juga. Bahkan mungkin akan masuk ke alam bawah sedarnya hingga terbawa
hingga ke masa dewasanya kelak.
Berikut adalah beberapa tips saat anak melakukan kesalahan :

Masjid Kobe
PENJAJAHAN asing di negara kita telah memberi impak positif kepada penyebaran Islam di benua lain termasuklah Jepun yang turut tidak terlepas tempiasnya. Di sebalik tempoh penjajahan itu, sebenarnya telah mendatangkan 1001 hikmah kepada dakwah Islamiah.
Hal ini diketahui apabila terdapat fakta yang mengatakan asimilasi agama Islam di Jepun disebabkan oleh penjajahan negara matahari terbit itu di Malaysia, selain daripada kesan orang Melayu yang berkhidmat di atas kapal-kapal British dan Belanda pada abad ke-19.
Menulis mengenai sikap orang Jepun (yang patut di contohi) berbanding dengan sikap kita sebagai orang Melayu yang majoritinya beragama Islam. Terdapat pelbagai etika , perangai , akhlak atau pun sikap masyarakat Jepun yang terpuji yang sedikit saja ada pada masyarakat Melayu.
Etika mereka ada pada Syariat Islam walau pun mereka tidak ada agama atau pun menganut agama lain.Walaubagaimana pun terdapat juga minoriti Islam di Jepun dimana sekarang tidak kurang dari 100 ribu orang Islam, 40 buah masjid di Jepun.

Ramai kaum hawa yang kurang faham , keliru dan salah faham
apabila memikirkan mengapa sesetengah peraturan Islam nampak seperti tidak adil dan berat sebelah. Seolah-olah Tuhan banyak memihak kepada kaum Adam dalam hal tersebut.
Kaum feminis kata susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

Guru sekolah Darlene Derosier kehilangan rumahnya dalam gempa bumi 2010 yang menghancurkan negaranya. Suaminya meninggal sebulan kemudian setelah menderita apa yang dia katakan adalah trauma emosional dari gempa. Dia dan dua anak perempuannya sekarang tinggal di khemah di luar ibukota Port-au-Prince, dikelilingi oleh ribuan orang lain yang kehilangan tempat tinggal dan putus asa oleh bencana.
Pengagungan kuburan dan komplek makam sudah menjadi kebiasaan sebahagian masyarakat, bahkan menjadi sebagian amalan keagamaan mereka yang tak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya, dengan membuatkan bangunan makam dan memperindahnya, menjadikannya sebagai tempat shalat, mengkhatamkan baca al-Qur`ân di sampingnya dan memanjatkan do’a kepada penghuni kubur (bukan kepada Allâh Azza wa Jalla), [atau berdo'a kepada Allah dengan perantaraan penghuni kubur].

dan berucaplah lah
Syeikh Hasan Al Banna....
Para
sahabat yang merupakan tiang utama masyarakat dakwah Rasulullah shalallahu
‘alayhi wa sallam memiliki tiga 'tiang' utama untuk tegaknya kekuatan
dakwah dalam jiwa kelompok tersebut. Seandainya ketiga hal itu berhasil
terwujud di dalam diri kita sebagaimana yang telah terwujud dalam diri
para sahabat, niscaya kita akan dibawa melangkah di jalan kemuliaan dan
kemenangan, sebagaimana yang telah terjadi pada mereka.
Saudaraku muslim, di antara keutamaan sholat Subuh adalah Allah SWT telah menjadikannya sebagai suatu syahadah (kesaksian, bukti), khususnya bagi orang yang konsisten menjaganya. Kerana, sholat Subuh disaksikan oleh para malaikat yang mulia, selain para malaikat yang turut menyaksikan sholat sholat lainnya , iaitu sholat Subuh dan Ashar.
Pertanyaan 1 : Apakah seorang ibu boleh shalat sambil menggendong anaknya?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah menjawab, “Shalat wanita
sambil menggendong anaknya tidak apa-apa bila anaknya dalam keadaan suci
dan memang perlu digendong kerana mungkin anaknya menangis dan boleh
menyibukkan si ibu apabila tidak menggendongnya.

Dikisahkan bahwa az-Zamakhsyari
rahimahullah kakinya kudung. Ketika ditanya tentang sebabnya, dia
mengatakan:
"Kerana do'a ibuku, sebab dulu ketika masih kecil aku
merawat burung lalu aku ikat kakinya dengan tali, ternyata dia lepas
dariku dan aku pun mengejarnya hingga dia masuk ke sebuah lubang, aku
pun menariknya hingga kakinya patah. Melihat hal itu, ibuku benar-benar
marah lalu berucap,
'Semoga Allah mematahkan kakimu sebagaimana kamu
telah mematahkan kakinya.'
Ketika aku telah
dewasa, aku pergi ke Bukhara untuk
menuntut ilmu lalu aku jatuh dari haiwan kendaraanku, kakiku patah dan
harus di bedah untuk memotongnya." (Hayatul Hayawan 2/168—169 oleh
ad-Damiri)
Dalam kisah ini terdapat faedah sebuah kaedah berbunyi :
1)"Al-jaza' min
jinsil amal" (balasan itu tergantung pada amal perbuatan),
2) juga
menunjukkan bahwa do'a seorang ibu akan terkabul,
3) serta anjuran untuk
kasih sayang kepada binatang.
Dikutip dari Majalah al Furqon Edisi 5 Tahun keduabelas, Muharram 1434, Hal.54
sumber: zilzaal

Oleh: Dr Mohd Asri Zainul Abidin
Hadis ‘Cintakan tanahair itu daripada iman' tidak sahih. Bahkan ia
hadis maudu' (palsu). Ini dinyatakan oleh al-Saghani (meninggal
650H/1252M) dalam karyanya al-Maudu‘aat. Ini dipersetujui oleh para ilmuwan ulung hadis seperti yang disebut oleh ‘Ali al-Qari dalam bukunya al-Masnu' fi Ma'rifat al-Hadith al-Maudu'.
Walaupun
hadis ini palsu (fabricated) dari sudut kesabitannya (authenticity)
daripada Nabi Muhammad SAW, namun ada tokoh seperti Muhammad Tahir
al-Fatani (meninggal 986H/1578M) dari India dalam karyanya Tazkirah
al-Maudu‘aat menyatakan dari sudut maksud ataupun isi kandungannya
benar.