Wednesday, July 24, 2013

5 PERKARA YANG MENGHAPUSKAN PAHALA PUASA



Di bulan suci Ramadhan ini semua umat Islam diwajibkan untuk menunaikan Ibadah Puasa. Sebagaiman firman Allah dalam Al-qur’an surat Al-baqarah ayat 183 yang artinya “Hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Berpuasa disini dalam erti  puasa sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW iaitu Imanan Wa Ihtisaban, berpuasa kerana iman dan mengharapkan pahala dari Allah dengan perantara niat yang ikhlas. Dan jangan sampai kita tergolong kepada orang yang disebutkan nabi dalam hadisnya iaitu“berapa banyak dari orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya mendapatkan lapar dan haus saja”,

Ada beberapa perbuatan yang sering sekali dilakukan oleh orang bahkan tidak menafikan  kemungkinan diri kita sendiri yang dapat menyebabkan terhapusnya pahala puasa diantaranya adalah:

Pertama, al-kadzbu iaitu berdusta atau bohong. Perbuatan ini sering terjadi di kalangan masyarakat misalnya hanya beralasan untuk menghindar dari sebuah kesalahan sehingga dengan mudahnya untuk berbohong. Sebenarnya masalahnya itu kecil, remeh  tapi tanpa berfikir diri kita sendiri yang membuat masalah lebih besar dan menutupinya dengan berbohong yang berakibat pahala puasa kita terhapus.

Yang kedua, al-ghibah iaitu membicarakan kejelekan orang lain. Orang yang pandai memburuk-burukkan  orang lain ini juga tergolong dari amal yang akan menyebabkan terhapusnya pahala puasa. Makanya ada suatu maqalah yang menyatakan “Salamatul insan fii hifdzil lisan”, selamatnya seseorang tergantung orang tersebut dalam menjaga lisannya. Maka dari itu, jagalah lisan kita dari perkara-perkara yang dapat mengurangi bahkan menghapus pahala puasa kita.

Kemudian yang ketiga, an-namimah iaitu mengadu domba. Hal ini sudah tidak asing dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam dunia politik. Parti yang satu memburukkan parti yang lain, kumpulan  yang satu menganggap paling benar dan menjelekkan kumpulan  yang lain, antara organisasi bahkan antara personal. Yang salah dianggap benar, dan yang salah sengaja dibenarkan. Padahal dibalik itu semua terdapat dosa besar yang terkadang diri sendiri tidak merasa bahwa hal tersebut dapat menghapus pahala puasa kita.

Penyebab terhapusnya pahala puasa yang keempat adalah Sumpah palsu. Penulis tidak mampu menyebutkan satu-persatu dari setiap orang, sekarang cubalah instrospeksi sudah berapa  kalikah kita bersumpah atas nama Allah selama hidup khususnya di bulan Ramadhan ini, padahal sumpah tersebut tidak benar adanya. Jangankan suatu hal yang sudah pasti dan konkrit kesalahannya, suatu kebenaran pun tidak dianjurkan untuk mengutarakan sumpah atas nama Allah. Apalagi sumpah yang berkembang pada saat ini di kalangan masyarakat adalah sumpah yang dibuat-buat, diskenario agar dianggap paling keren, gaul dan lain sebagainya. Sumpah sudah menjadi kebiasaan dan bagaikan mainan yang menurut mereka tidak berisiko.

Dan yang terakhir dari suatu amal yang dapat menyebabkan pahala puasa itu terhapus adalah melihat aurat lain jenis (wanita) dengan syahwat. Hal ini tidak dapat dinafikan  terjadi pada seluruh lapisan masyarakat apalagi di zaman yang serba modern, teknologi canggih, sekarang semua orang tidak harus pergi ke pusat beli-belah  untuk melihat aurat wanita, tidak harus jauh-jauh untuk pergi ke pantai hanya melihat seorang wanita. Akan tetapi orang dapat  melihat aurat seorang wanita hanya tinggal duduk santai di depan laptop atau HP di dunia maya baik berupa foto maupun dalam bentuk video. Apalagi sekarang internet tidak hanya mampu   diakses oleh orang yang hidup di kota, di pelosok desa pun juga dapat   mengaksesnya.

Na’udzubillah, semoga kita terhindar dari hal dan perkara tersebut diatas agar amal puasa kita tidak sia-sia dan diterima disisi Allah SWT. Hanya tergantung pada niat dan kesungguhan diri kita untuk menghindarinya. Semoga senantiasa istiqamah dalam kebenaran. Amiin.

sumber:

No comments:

Post a Comment