Showing posts with label Bashar Assad. Show all posts
Showing posts with label Bashar Assad. Show all posts

Monday, February 4, 2013

Bassad Assad – Mengakui Tuhan untuk Syria




Dia telah menyebabkan 6,400 wanita Sunni dirogol semasa dalam kem pertahanan.

Dia juga mewujudkan undang-undang baru untuk membenarkan askar-askarnya mendera secara seksual terhadap tahanan wanita supaya ahli keluarga mereka yang menjadi para Mujahideen menyerahkan diri mereka untuk dibunuh.

Undang-undang ini telah menyebabkan wanita Sunni dirogol dan mengandung anak Syiah. Selain itu, Bassad telah memberi imuniti kepada askar2 nya untuk membunuh sesiapa saja. Tiada siapa yang dapat mendakwa mereka di mahkamah kerana merogol wanita Sunni.

Dalam link Al- Jazeerah, dua wanita Sunni telah berkongsi kisah duka mereka semasa didalam tahanan Syiah, di mana mereka dirogol dan diseksa. Seksaan yang dilakukan Syiah sama seperti yang pernah dilakukan pada zaman pertengahan dulu. Kedua-dua wanita ini berjaya diselamatkan oleh FSA Mujahideen akhirnya.
Syiah berlaku kejam kepada kanak2 juga, di mana seorang bayi perempuan berusia 4 bulan dari Homs diseksa sehingga mati di depan bapanya sendiri, untuk memaksanya memberi tahu kem lokasi FSA Mujahideen. Dengan kejamnya mayat bayi malang itu dibungkus dalam beg plastik dan dihantar ke alamat ibunya

Kisah lain, sepasang suami isteri yang baru berkahwin dipenjarakan dan isteri itu dirogol di depan suaminya sendiri hanya untuk keseronokan dan memastikan isteri malang itu mengandungkan anak Syiah.

Setakat ini, 17 wanita Sunni membunuh diri kerana positif mengandung anak Syiah manakala yang lain dibunuh ahli keluarga sendiri dan ada ayah dan suami membunuh diri juga untuk  menjaga maruah. Mereka (Sunni) enggan melahirkan anak Syiah.

PALING TAK BOLEH DITERIMA ADALAH:

Duta Syria di Malaysia masih tidak dihalau keluar dari Malaysia.!! Tiada tindakan tegas dari kerajaan kita seperti tiada apa2 yang berlaku di Syria. Sampai bilakah kerajaan kita mahu terus senyap dan mementingkan diri sendiri?? Sesuatu perlu dilakukan segera sebelum terlambat.!! Apakah yang kita ingin jawab di depan Allah kelak jika ditanya, Apakah yang kita telah lakukan untuk menyelamatkan agama Allah?? Saudara seagama kita??

Sama2 kita renungkan. Semoga Allah menyelamatkan wanita2 Sunni kita disana. Amin.

Saturday, January 19, 2013

BASHAR ASSAD TINGGAL DI KAPAL PERANG....




Damaskus (SI ONLINE) -
Presiden Syria, Bashar Al Assad, dan keluarganya dikhabarkan telah tinggal di sebuah kapal perang yang dijaga Angkatan Laut Rusia. Demikian kata sejumlah laporan. Diktator yang dimusuhi itu dikatakan telah pindah bersama keluarganya dan sekelompok pembantu pilihan ke kapal perang di luar pantai Syria.

Langkah itu dikatakan terjadi setelah Assad kehilangan kepercayaan atas tentara keamanannya sendiri. Assad dilaporkan telah diangkut dengan helikopter ke Damaskus untuk menghadiri pertemuan di istana kepresidenan. Demikian dipetik Kompas.com.

Sumber-sumber intelijen mengatakan kepada harian Saudi, Al-Watan, Assad dilindungi Rusia. Menurut sumber-sumber itu, kata Al-Watan, ketakutan Assad akan kemajuan oposisi di Damaskus menjadi salah satu alasan mengapa dia pindah ke kapal perang.

Posisinya itu juga diduga demi memungkinkan evakuasi cepat ke Moscow  jika memang diperlukan. Rusia tetap menjadi sekutu rejim itu sejak pemberontakan rakyat pecah pada March 2011. Hingga saat ini, berdasarkan perkiraan PBB, lebih dari 60,000 orang terbunuh dalam konflik di negara itu.

Rusia juga mendukung pidato Assad minggu  lalu, saat dia menawarkan solusi untuk mengakhiri krisis, yaitu dengan menyerukan piliharaya nasional dan membentuk pemerintahan baru. Dalam pidato publik pertamanya selama enam bulan terakhir, Assad mendesak rakyat Syria untuk bergabung dalam "perang membela bangsa".

Pidato pembangkangannya itu berlangsung selama satu jam dan mendapat sambutan dari para loyalis di gedung opera di ibu kota Damaskus. Saat itu Assad menegaskan  apa yang dia klaim sebuah inisiatif perdamaian untuk mengakhiri pemberontakan terhadap pemerintahannya.

Namun, dia menyatakan tidak akan berbicara dengan orang-orang yang disebutnya sebagai ekstremis "yang hanya mengerti bahasa terorisme" atau "boneka" Barat.

Tidak berubah

Rusia sendiri pertengahan Disember lalu, untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa Presiden Syria, Bashar al Assad, menghadapi kekalahan melawan pemberontak. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, dalam pertemuan di lembaga penasihat Kremlin.

Dia mengatakan, Pemerintah Syria kehilangan kontrol ke atas wilayah demi wilayah, dan kemenangan oposisi tidak boleh dikesampingkan.

"Mengenai persiapan kemenangan bagi oposisi, tentu hal itu tidak boleh  dikesampingkan," kata Mikhail Bogdanov seperti dikutip pejabat  berita ITAR-TASS.

"Kita harus melihat kenyataan yang ada. Rejim pemerintah kehilangan kontrol atas wilayah demi wilayah di sebagian besar wilayah di negara itu," tambahnya.

Pada saat yang sama, Bogdanov menegaskan kembali seruan Rusia agar dicapai kompromi dengan mengatakan diperlukan waktu lama bagi oposisi untuk mengalahkan rejim, dan situasi itu akan menelan banyak korban.

"Pertempuran akan semakin sengit dan akan ada puluhan ribu, bahkan ratusan ribu korban nyawa," kata wakil menteri luar negeri.

Namun, Mikhail Bogdanov tidak mengeluarkan signal  bahwa Rusia boleh  mengubah pendirian dan berhenti memblokir boikot internasional terhadap Pemerintah Syria.

Wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg, melaporkan posisi resmi Rusia terhadap sekutu pentingnya sejauh ini tidak berubah. "Rusia tetap berpendapat bahwa pengusiran  Presiden Assad akan memperdalam konflik," ujar Rosenberg.

Meskipun posisi Rusia belum berubah, wakil Menteri Luar Bogdanov mengatakan, Pemerintahan Rusia sedang merancang rencana aksi untuk mengevakuasi warganya di Syria  bila diperlukan.

Menurutnya, majoriti  warga Rusia di Syria adalah perempuan Rusia yang menikah dengan lelaki  Syria dan anak-anak mereka. Sampai saat ini belum ada rencana memulangkan para diplomat dan keluarga mereka.


red: shodiq ramadhan
sumber: wartakotalive.com