Showing posts with label bidaah. Show all posts
Showing posts with label bidaah. Show all posts

Saturday, January 18, 2014

FENOMENA GHULUW (MELAMPAUI BATAS) DALAM AGAMA





Oleh
Ustadz Abu Ihsan al-Atsari



Sikap ghuluw (melampaui batas atau berlebih-berlebihan) dalam agama adalah sikap yang tercela dan dilarang oleh syariat. Sikap ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya; juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan. Terlebih lagi dalam urusan agama.

Banyak sekali dalil-dalil al-Qur'ân dan Sunnah yang memperingatkan dan mengharamkan ghuluw atau sikap melampaui batas tersebut.

Tuesday, January 14, 2014

KRITERIA MEMBEZAKAN IBADAH, ANTARA SUNNAH DAN BID'AH



Oleh Hafiz Firdaus Abdullah

Bagaimanakah caranya membezakan antara ibadah yang sunnah atau yang bid‘ah ? Berikut ini saya akan sampaikan garis panduan yang diterangkan oleh Syaikh al-islam Ibn Taimiyyah untuk menilai sama ada sesuatu amalan itu adalah sunnah atau bid’ah.


Setiap amal ibadah yang khusus kepada Allah, juga disebut sebagai al-Ibadah al-Badaniyah, seperti solat, puasa, zikir, umrah, membaca Qur’an dsbgnya, tidak akan terlepas daripada memiliki 3 unsur di dalamnya:

[1] Masa
[2] Tempat
[3] Kaedah.

Sunday, January 12, 2014

UMAT ISLAM PASTI BERPECAH-BELAH AKAN TETAPI WAJIB BERSATU




Oleh
Al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron



Fitnah yang muncul pada akhir zaman bahwa umat Islam berpecah-belah menjadi beberapa golongan, masing-masing mengaku kelompoknya yang benar, seperti halnya orang Yahudi dan orang Nasrani, mereka berpecah-belah dan mengaku bahwa hanya golongannya yang benar

“Dan orang-orang Yahudi berkata : ‘Orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan’, Dan orang-orang Nasrani berkata : ‘Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan’. Padahal mereka (sama-sama) membuat Al-Kitab” [Al-Baqarah : 113]

Saturday, January 11, 2014

MAULID NABI MENURUT SYAIKH AL-UTSAIMIN





Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin pernah ditanya tentang hukumnya memperingati  maulid Nabi?


Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin menjawab:


Malam kelahiran Rasulullah tidak diketahui secara qath’i (pasti), bahkan sebagian ulama kontemporer menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa ia terjadi pada malam ke-9 Rabi’ul Awal, bukan malam ke-12. Jika demikian, peringatan maulid Nabi Muhammad pada malam ke-12 Rabi’ul Awal tidak ada dasarnya, bila dilihat dari sisi sejarahnya.

Thursday, January 9, 2014

MANHAJ AKIDAH IMAM SYAFIE



Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-‘Aqil hafidzahullah

(Pensyarah di Jabatan Aqidah, Universiti Islam Madinah Arab Saudi dan pengarang kitab Manhaju Al-Imam Al-Syafi’i fi itsbati Al-Aqidah – Edisi Terjemahan Melayu: Manhaj Aqidah Imam Asy-Syafi’i)

Penterjemah: Ustaz Abu Omar, Idris bin Sulaiman

(Teks disediakan berdasarkan rakaman Daurah Manhaj Akidah Al-Imam Al-Syafi’i, 23.05.2013)




RINGKASAN PERJALANAN HIDUP IMAM AL-SYAFI’I RAHIMAHULLAH

Tajuk perbahasan pada kali ini akan membincangkan tentang seorang tokoh Islam yang agung dan dikenali oleh rata-rata umat Islam di Timur dan Barat sehingga tidak ada majlis-majlis ilmu melainkan disebutkan di dalamnya nama beliau, iaitu Imam Al-Syafi’i rahimahullahu Ta’ala. Beliau rahimahullah cukup dikenali oleh Umat Islam.

Monday, January 6, 2014

MEMBONGKAR KEBOHONGAN TERHADAP SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH [Studi Kritis Buku ‘...Itiqad Ahlu Sunnah Wal-Jamaah” Oleh KH Sirajuddin Abbas]



Siapa tidak mengenal nama lbnu Taimiyyah, seorang tokoh ulama yang telah berjuang untuk Islam dengan lidah dan pedangnya. Keharuman namanya semerbak dikenang generasi selanjutnya. Hampir-hampir sejarah Islam tidak pernah melupakan nama beliau sekaligus karangan-karangannya yang menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Saturday, January 4, 2014

HUKUM PERAYAAN HAUL





Muqoddimah


Di tanah air Indonesia ini, perayaan haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh lainnya bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan kita. Di pinggir-pinggir jalan sering dipajang spanduk bertuliskan “Hadirilah acara peringatan haul Syaikh—fulan—yang ke—sekian kalinya.”

Acara haul sudah merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh umumnya masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian seseorang. Awalnya, acara ini biasanya diselenggarakan setelah proses penguburan, kemudian berlanjut setiap hari sampai hari ke-7. Lalu diselenggarakan lagi pada hari ke-40 dan ke-100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun di hari kematian si mayit atau yang masyhur dikenal dengan “haul” yang berarti “tahun” dalam bahasa Arab.

Friday, January 3, 2014

BAHAYANYA BIDAAH KEPADA ISLAM



Oleh: Ust. Abid Annuriy

SESETENGAH penghafaz hadis mentakrifkan bidaah sebagai perkara yang menyalahi al-Quran, sunnah atau ijmak Salaf dalam kepercayaan dan ibadat, seperti keyakinan khawarij, rawafidh, qadariyyah, jahmiyyah dan seperti orang-orang yang beribadah dengan tarian, nyanyian di masjid-masjid, juga seperti orang-orang yang beribadah dengan mencukur janggut, makan ganja atau lalang, dan lain-lain yang menyalahi al-Quran dan sunnah.

Bidaah mendapat perhatian besar ulama Islam kerana ia adalah satu bentuk syirik, menyamai sifat Tuhan dalam mencipta agama (yakni seolah-olah agama ALLAH belum sempurna).

ADAKAH NABI MASIH HIDUP?


Adakah Nabi masih hidup?
Oleh : Dr. Fathul Bari Mat Jahya

DALAM hadis perpecahan umat, Rasulullah SAW mengkhabarkan umat Islam akan terpecah kepada 73 golongan. Semuanya akan singgah ke neraka kecuali hanya satu terselamat dari neraka dan terus masuk ke syurga, iaitu golongan yang mengikuti jalan Nabi dan sahabat.

Ini menjadi petunjuk tidak semua umat Islam akhir zaman ini berada di atas jalan benar. Zaman ini begitu jauh dari zaman Nubuwwah dan pelbagai kefahaman serta tokok tambah meresapi ajaran Islam yang asal.

Wednesday, January 1, 2014

5 ‘AMALAN BID’AH TERHADAP JENAZAH DI SISI MAZHAB ASY-SYAFI’I (YANG SERING DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT MELAYU)



Oleh: Dr Zulkifli bin Mohamad al-Bakri

Ada beberapa amalan di dalam masyarakat kita, yang selalu dilakukan dan sudah menjadi adat (yang bukan dari syarak) apabila ada sesuatu kematian. Kita masih mempercayainya bahawa ia adalah amalan yang baik dan patut dilakukan. Tetapi sebenarnya tiada didalam amalan para salfussolaeh terdahulu. Antaranya:

Sunday, December 29, 2013

KISAH: KENAPA SAYA KELUAR DARI TARIQAT SUFI





Qodiriyah adalah nama sebuah tarekat yang berkembang dan berpusat di Iraq dan Syria kemudian diikuti oleh umat muslim yang tersebar di Yaman, Turki, Mesir, India, Afrika dan Asia. Tarekat ini sudah berkembang sejak abad ke-13. Namun meski sudah berkembang sejak abad ke-13, tarekat ini baru terkenal di dunia pada abad ke 15 M.


Tarekat Qodiriyah ini dikenal luwes. Yaitu bila murid sudah mencapai derajat syeikh, maka murid tidak mempunyai suatu keharusan untuk terus mengikuti tarekat gurunya. Bahkan dia berhak melakukan modifikasi tarekat yang lain ke dalam tarekatnya. Terdapat puluhan tarekat yang masuk dalam pecahan aliran Qidiriyah. Seperti Banawa yang berkembang pada abad ke-19, Ghawtsiyah (1517), Junaidiyah (1515 M), Kamaliyah (1584 M), dan lain-lain, semuanya berasal dari India. Di Turki terdapat tarekat Hindiyah, Khulusiyah,dal lain-lain. Dan diYaman ada tarekat Ahdaliyah, Asadiyah, Mushariyyah. Sedangkan di Afrika diantaranya terdapat tarekat Ammariyah, Tarekat Bakka’iyah, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, perpecahan tarekat Qodiriyah ini secara khusus dibawa oleh Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi digabungkan dengan tarekat Naqsyabandiyah menjadi tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah . Kemudian garis salsilahnya yang salah satunya melalui Syaikh Abdul Karim Tanara Al-Bantani berkembang pesat di seluruh Indonesia.

Wednesday, December 18, 2013

SYIRIK DAN BIDAAH





Syirik itu Kesesatan yang Paling Besar


Syirik ertinya menujukan sebagian ibadah kepada selain Allah, atau boleh  dikatakan pula syirik adalah menduakan Allah dalam ibadah. Semacam menjadikan do’a, sembelihan dan korban  pada selain Allah.

Orang yang berbuat syirik dikatakan dalam ayat sebagai orang yang telah jauh tersesat kerana ia telah menginjak hak-hak Allah. Di antara hak Allah adalah menjadikan ibadah hanya pada Allah saja, bukan pada makhluk seperti malaikat, nabi, orang sholih atau pada pohon dan batu. Jika seorang muslim menjadikan wali yang telah mati sebagai perantara dalam do’a, lalu ia sampaikan do’a pada wali supaya hajatnya disampaikan pada Allah, ini namanya meminta do’a pada wali. Setiap yang meminta pada selain Allah, itu syirik walau yang diminta bukanlah berhala, batu atau pohon. Contoh tadi itulah bentuk kesyirikan yang terjadi di masa silam di kalangan orang-orang musyrik. Bukti bahwa perbuatan meminta semacam itu termasuk syirik dibuktikan dalam ayat berikut:

Sunday, December 15, 2013

TIMBULNYA BIDAAH DAN PENYEBAB-PENYEBABNYA



A. Timbulnya Bid'ah dalam kehidupan kaum muslimin

Waktu timbulnya bid'ah:

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (dalam Majmul Fatawa 10/354):
"Ketahuilah bahwa semua bid'ah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan ibadah, terjadi pada umat ini dimasa akhir-akhir kepimimpinan Khulafar Rasyidin, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa diantara kalian yang hidup (lama) maka dia akan melihat banyak pertentangan / perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khular Rasyidin yang mendapatkan hidayah." (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Sunday, December 8, 2013

HUKUM MENYEDIAKAN KENDURI KEMATIAN

Oleh : Ustaz Hassan Ahmad
           (mantan pensyarah UM)


 
MUKADDIMAH
Sudah menjadi lumrah kepada orang Melayu yang beragama Islam di tanah air kita, apabila berlaku kematian dalam sesebuah keluarga, maka ahli keluarga si mati itu akan menyediakan makanan dan minuman.
Pada kebiasaannya, keluarga si mati akan memasak dan menyediakan nasi bungkus mengikut bilangan orang yang hadir bersembahyang jenazah atau mengikut jumlah
orang yang terlibat memberi pertolongan mentajhizkankan mayat, termasuk penggali kubur dan sebagainya. Sebaik sahaja selesai sembahyang jenazah, nasi bungkus akan diedarkan dan dibahagi-bahagikan kepada setiap orang yang turun dari rumah.
Kemudian, pada malam pertama hingga malam ke tujuh diadakan majlis tahlil kepada roh si mati, dan sesudah majlis tahlil, keluarga si mati akan menghidangkan makanan dan minuman kepada jiran dan para jemaah yang hadir, sama ada jamuan ringan atau jamuan berat mengikut kadar kemampuan masing-masing. Manakala pada malam
ketiga, ketujuh, kedua puluh, keempat puluh dan ke seratus pula, pada kebiasaannya, akan dihidangkan jamuan nasi dengan aneka masakan yang enak-enak. Kemudian
setiap malam Jumaat selepas hari ke tujuh hingga hari keempat puluh atau kadang-kadang sehingga hari ke seratus, diadakan lagi majlis-majlis tahlil, dengan setiap lepas tahlil akan dihidangkan pelbagai hidangan dan masakan oleh ahli si mati.

ASAL DALAM IBADAH ITU HARAM, BUKAN SEBALIKNYA



Oleh : Saifuddin Hamizan

Diantara sebab atau faktor yang mencetuskan salah faham masyarakat terhadap hukum bid'ah ialah mereka dikelirukan oleh sebahagian agamawan 'pendusta' yang tidak memberitahu garis panduan dalam tasawwur ( gambaran ) atau denfinisi atau 'guide line' dalam sesuatu bab sebelum pergi membahaskan satu bab fikah yang lain seperti isu yasinan jumaat dan sebagainya. Mereka ini kalau menulis risalah atau buku terus melangkah isu furu' ( cabang ) namun mengabaikan bab takrifan ataupun panduan kaedah fiqh dalam hal yang berkaitan dengan bid'ah lalu munculnya salah faham dikalangan orang awam tentang konsep bid'ah sehingga mereka sering berhujah dengan hujah yang masyur iaitu antaranya :

Sunday, November 10, 2013

MENGENAL SELOK-BELOK BID'AH (4): KESAN BURUK BID'AH



[Bagian Keempat dari 4 Tulisan]
Sudah sepatutnya kita menjauhi berbagai macam bid’ah mengingat dampak (kesan) buruk yang ditimbulkan. Berikut beberapa dampak buruk dari bid’ah.


[Pertama, amalan bid'ah tertolak]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Orang yang berbuat bid’ah inilah yang amalannya merugi. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi [18] : 103-104)


Saturday, November 9, 2013

MENGENAL SELOK-BELOK BIDAAH (3): BERBAGAI ALASAN DALAM MEMBELA BIDAAH




[Bagian Ketiga dari 4 Tulisan]


Sebelumnya kami telah menyampaikan sanggahan mengenai bid’ah hasanah yang dasarnya adalah dari perkataan Umar bahwa sebaik-baik bid’ah yaitu shalat tarawih ini. Berikut kami sajikan beberapa alasan lain dalam membela bid’ah dan jawabannya.


[1] Kereta, HP dan Komputer termasuk Bid’ah?

Setelah kita mengetahui definisi bid’ah dan mengetahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kekeliruan  di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti kereta, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, “Kalau memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Wednesday, November 6, 2013

MENGENAL SELOK BELOK BID'AH (2): ADAKAH BID'AH HASANAH?



[Bagian Kedua dari 4 Tulisan]

Setiap bid’ah adalah tercela. Inilah yang masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, ada pula bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Untuk menjawab sedikit kekeliruan ini, marilah kita menyimak berbagai dalil yang menjelaskan hal ini.



[Dalil dari As Sunnah]

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
              “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu petang’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,